Morowali Utara, Towara – Organisasi Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah menggelar konferensi pers sebagai bentuk publikasi dan sosialisasi hasil Dialog Perempuan yang telah dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Cafe Bestea, Desa Towara, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan perempuan dari Desa Bunta, Tompira, Bungintimbe, Towara, Molino, dan Molores. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3AD), Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali Utara sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan perlindungan perempuan dan anak.
Dalam konferensi pers, KPPA Sulawesi Tengah memaparkan sejumlah rekomendasi yang lahir dari Dialog Perempuan. Tiga isu utama yang menjadi perhatian bersama yakni perlindungan ruang aman bagi perempuan dan anak, keberlanjutan pangan dan air bersih, serta lingkungan dan kesehatan di kawasan pertambangan nikel dan perkebunan kelapa sawit.
Pada tema ruang aman bagi perempuan dan anak, peserta menilai diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk memastikan perempuan memperoleh rasa aman mulai dari lingkungan keluarga hingga fasilitas publik. Menurut peserta, pesatnya perkembangan kawasan industri di Petasia Timur harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang lebih kuat bagi perempuan dan anak.
Peserta juga menyampaikan sejumlah kekhawatiran yang menjadi dasar pembahasan, di antaranya adanya praktik komersialisasi terhadap perempuan yang dinilai berlangsung secara terorganisir, potensi meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga akibat tekanan ekonomi dan kebijakan pemutusan hubungan kerja, serta pentingnya tata kelola fasilitas publik yang mampu memberikan rasa aman, termasuk penyediaan penerangan dan layanan hunian.
Isu kedua yang mengemuka adalah pentingnya menjaga keberlanjutan pangan dan sumber air bersih. Peserta berpandangan bahwa aktivitas pertambangan nikel dan perkebunan kelapa sawit tidak boleh mengurangi kualitas maupun ketersediaan pangan serta air bersih yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan di sekitar kawasan industri.
Melalui dialog tersebut, seluruh peserta bersepakat bahwa persoalan pangan dan air bersih harus menjadi perhatian serius pemerintah, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan. Mereka mendorong tata kelola yang lebih baik agar pembangunan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat dan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Sementara itu, pada tema lingkungan dan kesehatan, peserta menegaskan bahwa pembangunan kawasan pertambangan dan perkebunan harus dibarengi dengan upaya perlindungan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif. Menurut mereka, kualitas lingkungan memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan perempuan dan anak yang tinggal di sekitar wilayah industri.
Melalui konferensi pers ini, KPPA Sulawesi Tengah berharap hasil Dialog Perempuan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan yang lebih berpihak pada perlindungan perempuan dan anak. Organisasi tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan ruang hidup yang aman, sehat, serta berkelanjutan di Kecamatan Petasia Timur dan Kabupaten Morowali Utara. JEM













