MOROWALI UTARA, PA’AWARU – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung pada 22 Juli 2026 di Kabupaten Morowali Utara melahirkan sejumlah wajah baru yang akan memimpin desa untuk periode 2026–2034. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kemenangan Barokah Kitri Riwayati sebagai Kepala Desa terpilih Desa Pa’awaru, Kecamatan Lembo Raya.
Barokah Kitri Riwayati menjadi salah satu dari tiga kepala desa perempuan yang berhasil memenangkan Pilkades serentak di Kabupaten Morowali Utara. Kehadirannya dinilai membawa semangat baru bagi kepemimpinan perempuan di tingkat desa, Sabtu (1/8/2026).
Dalam Pilkades Desa Pa’awaru, Barokah tampil meyakinkan dengan meraih 386 suara. Perolehan tersebut membuatnya unggul jauh atas tiga kandidat lainnya dan mengantarkannya meraih kepercayaan masyarakat untuk memimpin desa selama delapan tahun ke depan.
Kemenangan tersebut tidak diraih secara instan. Dukungan masyarakat tumbuh dari rekam jejak, kerja keras, serta kedekatannya dengan warga yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pekerja keras, sederhana, dan pantang menyerah.
Barokah mengaku keputusannya maju sebagai calon kepala desa dilandasi keinginan untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi Desa Pa’awaru. Ia ingin menghadirkan pemerintahan desa yang terbuka, melayani, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, amanah yang diberikan masyarakat merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kejujuran, integritas, dan semangat pengabdian. Ia menegaskan pembangunan desa hanya dapat terwujud melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Saat mencalonkan diri, Barokah mengusung visi “Mewujudkan Desa Pa’awaru Menjadi Desa yang Makmur, Sehat, Sejahtera, Harmonis, Aman dan Berakhlak Mulia.” Visi tersebut diterjemahkan melalui enam misi utama, mulai dari tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel hingga peningkatan pelayanan publik.
Selain itu, ia juga berkomitmen membangun infrastruktur secara merata, meningkatkan kualitas aparatur desa, memperkuat musyawarah, memberdayakan pemuda, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Barokah menilai keberhasilan membangun desa bukan hanya menjadi tugas kepala desa semata. Menurutnya, dukungan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, perangkat desa, dan seluruh masyarakat menjadi kunci utama mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Perjalanan hidup Barokah menjadi salah satu alasan mengapa sosoknya mendapat simpati masyarakat. Perempuan berusia 42 tahun itu merupakan seorang single parent yang membesarkan dua anak dengan penuh perjuangan dan tanggung jawab.
Demi memenuhi kebutuhan keluarga, Barokah bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura selama kurang lebih enam tahun, sejak 2016 hingga 2022. Dari hasil kerjanya, ia rutin menyisihkan penghasilan sebagai modal usaha yang kemudian dikembangkan setelah kembali ke kampung halaman hingga mampu membangun beberapa usaha.
Kepada media di kediamannya, Barokah mengungkapkan bahwa saat masih bekerja di Singapura, ia sering berkomunikasi dengan sahabat-sahabatnya di Desa Pa’awaru. Awalnya, ajakan untuk maju sebagai kepala desa hanya dianggap candaan. Namun setelah pulang ke Indonesia dan mendapat dorongan kuat dari masyarakat, ia mantap mencalonkan diri dengan niat mengabdi dan membangun desa. Menurutnya, keinginan memimpin desa tidak akan terwujud tanpa dukungan dan kepercayaan masyarakat.
Dengan bekal pengalaman hidup, kemandirian, serta komitmen membangun pemerintahan yang transparan dan partisipatif, Barokah Kitri Riwayati kini bersiap mengemban amanah sebagai Kepala Desa Pa’awaru periode 2026–2034. Masyarakat pun menaruh harapan besar agar kepemimpinannya mampu menghadirkan perubahan nyata, meningkatkan kesejahteraan warga, serta membawa Desa Pa’awaru menjadi desa yang lebih maju dan berdaya saing. JEM









