GMKI Tentena Minta Poso Energi Tinjau Operasi Modifikasi Cuaca

banner 468x60

Poso, Tentena – Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tentena meminta PT Poso Energi meninjau kembali pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dinilai berdampak terhadap terjadinya banjir di sejumlah desa sekitar Danau Poso.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul banjir yang terjadi pada Rabu dini hari, 27 Mei 2026, di beberapa desa pinggiran Danau Poso. GMKI Tentena menilai kondisi tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, baik kerusakan rumah, kebun, maupun sawah warga, Jumat (29/5/2026).

banner 336x280

Sekretaris Cabang GMKI Tentena, Yundria Bou, mengatakan pihaknya sangat prihatin atas bencana banjir yang melanda masyarakat di wilayah sekitar Danau Poso. Menurutnya, bencana tersebut telah mengganggu aktivitas warga serta sumber pendapatan masyarakat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.

“Kami sangat prihatin atas bencana banjir yang terjadi di sejumlah desa pinggiran Danau Poso. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius bagi semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pihak perusahaan terkait,” ujar Yundria melalui rilis yang diterima redaksi.

GMKI Tentena juga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi warga terdampak serta memberikan bantuan dan solusi nyata bagi masyarakat. Selain itu, mereka berharap pelaksanaan TMC ke depan dapat lebih memperhatikan waktu dan dampaknya agar tidak semakin merugikan masyarakat.

Pengurus BPC GMKI Tentena, Jeremi Parewa dan Ruben Sandante, menyebut banjir yang terjadi di Desa Salukaia pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA menyebabkan puluhan rumah warga terendam air. Bahkan, ketinggian air disebut hampir mencapai jendela rumah warga.

“Rumah masyarakat yang terendam air bahkan sudah hampir mencapai jendela rumah. Kebun dan sawah warga juga mengalami kerugian akibat operasi modifikasi cuaca. Kami juga memantau banjir serupa terjadi di Desa Tonusu dan Desa Saojo,” kata Jeremi dan Ruben.

Meski memahami bahwa operasi TMC dilakukan PT Poso Energi untuk menjaga debit air Danau Poso demi pasokan listrik dan mengantisipasi dampak El Nino, GMKI menilai perusahaan tetap harus bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan. Mereka juga menerima laporan keluhan petani coklat dan durian di wilayah Pendolo terkait gugurnya bunga tanaman produksi akibat cuaca ekstrem.

Berdasarkan data yang dihimpun GMKI Tentena, sedikitnya 70 rumah terdampak banjir di Desa Salukaia. Kepala Desa Salukaia, Evi Sowolino, berharap pelaksanaan TMC dapat diatur lebih baik dengan mempertimbangkan tingginya curah hujan saat ini. “Harapan kami supaya sistem TMC diatur waktu pelaksanaannya dan tidak dilakukan setiap hari, karena warga terdampak banjir kiriman dari sungai yang meluap,” ujarnya. JEM

banner 336x280