Ishak Patasik Bidik Wawopada Jadi Desa Wisata Percontohan

MOROWALI UTARA, WAWOPADA – Hari pertama bekerja setelah dilantik sebagai Kepala Desa Wawopada, Kecamatan Lembo, Ishak Patasik langsung menetapkan pengembangan potensi wisata sebagai salah satu fokus utama pemerintah desa.

Ishak mengatakan, Desa Wawopada memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, sejumlah potensi tersebut meliputi gua, sungai, air terjun, hingga kawasan pegunungan yang memiliki panorama alam indah. Selain itu, Wawopada juga didukung tanah yang subur dan iklim yang dinilai sangat baik.

Dengan potensi tersebut, Ishak optimistis Wawopada dapat dikembangkan sebagai desa wisata percontohan di Kabupaten Morowali Utara. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak.

“Dari sisi sumber daya alam, Wawopada sebenarnya sudah tersedia. Tinggal kita memoles dan memberikan ruang atau akses sedikit terhadap potensi wisata yang ada,” kata Ishak.

Ia meyakini, apabila seluruh potensi tersebut dikolaborasikan dan dikelola dengan baik, Wawopada tidak hanya akan semakin maju, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Ishak, keberadaan sejumlah perusahaan pertambangan di Morowali Utara juga menjadi peluang tersendiri bagi pengembangan sektor pariwisata. Para pekerja perusahaan nantinya dapat menjadi salah satu pasar wisata dengan berkunjung ke destinasi yang ada di Wawopada.

“Morowali Utara banyak tambang. Dengan adanya destinasi wisata ini, semua pekerja juga bisa berkunjung. Kita ingin Wawopada ke depan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan wisata juga diharapkan dapat membuat desa tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran Dana Desa. Potensi lokal harus mampu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain sektor wisata, Ishak juga akan mendorong pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu komoditas yang telah dikenal masyarakat Wawopada adalah tanaman durian yang dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Tidak hanya buah-buahan, Wawopada juga telah memiliki potensi perikanan air tawar, khususnya ikan nila. Saat ini terdapat sekitar 18 kolam yang sudah berjalan dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

“Untuk ikan nila, kami sudah memiliki 18 kolam yang berjalan. Produksinya bisa mencapai sekitar 5 ton dalam tiga hari, meskipun saat ini masih menggunakan sistem swadaya,” jelasnya.

Ke depan, Ishak menargetkan Wawopada dapat menjadi sentra sekaligus desa percontohan dalam pengembangan wisata, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Hasil produksi masyarakat juga akan diarahkan untuk dipasarkan lebih luas, termasuk kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Morowali Utara. NT