Kades Moleono Siapkan Sungai Jadi Sumber PAD Desa

MOROWALI UTARA, MOLEONO – Setelah resmi dilantik sebagai Kepala Desa Moleono pada pelantikan kepala desa serentak, Rabu (9/9), Lisman Mauru, S.H., langsung menyusun sejumlah program prioritas untuk mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Memasuki hari pertama berkantor di Kantor Desa Moleono, Lisman mengatakan salah satu program unggulannya adalah mengembangkan potensi sungai sebagai kawasan pemancingan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa (PAD), Selasa (15/9/2026).

Menurut Lisman, Desa Moleono secara historis berada di kawasan pinggiran sungai yang sejak dahulu menjadi salah satu akses utama sekaligus pusat aktivitas masyarakat. Sungai tersebut juga memiliki nilai sejarah, ekonomi, sosial, dan budaya dalam perjalanan Desa Moleono.

Karena itu, kata Lisman, potensi kawasan sungai perlu dijaga, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara terarah agar dapat memberikan manfaat bagi kemajuan desa dalam jangka panjang.

“Beberapa tahun ini potensi pinggiran sungai sudah menjadi objek wisata pemancingan. Kalau dikelola pemerintah desa dengan baik dan benar, ini bisa menjadi ikon sekaligus sumber pendapatan asli desa,” ujar Lisman.

Ia menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menata kawasan pemancingan dengan membersihkan area pinggiran sungai, khususnya wilayah dari Keuno hingga Korono menuju dusun Peilia dan Matangkorono.

Selain kebersihan, pemerintah desa juga akan menyiapkan fasilitas sederhana berupa tempat duduk bagi warga maupun pengunjung. Penataan tersebut diharapkan membuat kawasan pemancingan lebih aman, nyaman, dan menarik untuk dikunjungi.

Lisman menegaskan, hal penting lainnya adalah menyiapkan regulasi melalui peraturan desa. Pemerintah desa akan berkoordinasi dengan Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Morowali Utara sebagai acuan dalam pengelolaan dan penarikan retribusi yang nantinya dapat menjadi PAD Desa Moleono.

“Dari sungai jadi rezeki, dari pemancingan jadi penghasilan,” tegasnya.

Selain program pengembangan ekonomi desa, Lisman juga menyiapkan program sosial bagi masyarakat lanjut usia. Mulai Oktober 2026, ia berencana memberikan tali asih sebesar Rp300 ribu per bulan kepada tiga orang lansia secara bergilir selama masa periode kepemimpinannya selama delapan tahun. NT