Kapal Air KLM Hajra Jaya Karam Usai Hantam Karang di Bahodopi

MOROWALI, BAHODOPI – Kapal air KLM Hajra Jaya mengalami kecelakaan laut setelah terdampar dan mulai karam di perairan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Rabu (5/8/2026). Insiden terjadi di depan Jetty PT BDM setelah kapal mengalami mati mesin dan hanyut hingga menghantam karang.

Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 15.30 Wita oleh nahkoda kapal, Harimung (50), kepada Pos TNI AL Morowali. Dalam laporan disebutkan kapal mengalami kebocoran pada lambung kiri akibat benturan keras dengan karang.

Sebelumnya, KLM Hajra Jaya berangkat dari Desa Bete-Bete sekitar pukul 03.00 Wita menuju perairan Bahodopi untuk mengantarkan pasokan air bersih ke kapal MV Hammada. Setelah tiba sekitar pukul 07.00 Wita, kapal berhasil menyelesaikan proses pengisian air pada pukul 10.00 Wita.

Usai menyelesaikan tugasnya, kapal bertolak kembali menuju Desa Bete-Bete sekitar pukul 10.25 Wita. Namun sekitar pukul 12.00 Wita mesin kapal tiba-tiba mati sehingga kapal kehilangan tenaga penggerak di tengah laut.

Sekitar pukul 13.40 Wita, kapal terbawa arus hingga terdampar di karang yang berada di depan Jetty PT BDM. Benturan tersebut menyebabkan lambung kiri kapal bocor dan air laut perlahan masuk ke dalam badan kapal hingga akhirnya kapal mulai tenggelam.

Menerima laporan tersebut, personel Pos TNI AL Morowali bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 15.35 Wita dan tiba lima menit kemudian. Tim langsung melakukan proses evakuasi terhadap nahkoda dan para anak buah kapal yang berada di atas KLM Hajra Jaya.

Proses evakuasi berhasil diselesaikan sekitar pukul 16.00 Wita. Seluruh korban kemudian dibawa menuju Pos TNI AL Morowali dalam keadaan selamat, sementara kapal beserta mesinnya tidak dapat diselamatkan.

Danposal Morowali, Kapten Laut (P) Djito, menjelaskan bahwa penyebab kapal tenggelam berawal dari mesin yang mati sehingga kapal hanyut dan menghantam karang. Benturan tersebut mengakibatkan lambung kiri kapal bocor. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski satu unit kapal air beserta mesinnya tenggelam.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para operator kapal agar memastikan kondisi mesin dan kelayakan kapal sebelum berlayar, sehingga risiko kecelakaan di perairan dapat diminimalkan dan keselamatan pelayaran tetap terjaga. JEM