Padungku Jemaat Eklesia Kolonodale, Wujud Syukur dan Iman kepada Tuhan

banner 468x60

Morowali Utara, Kolonodale – Jemaat Eklesia Kolonodale melaksanakan Ibadah Pengucapan Syukur Padungku di Gedung Gereja Eklesia Kolonodale, Jumat (12/6/2026) pukul 09.00 WITA. Ibadah yang berlangsung penuh sukacita tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat Eklesia Kolonodale, Pdt. Marjono Kalaha, S.Th, dan dihadiri sekitar 400 jemaat dari berbagai wilayah pelayanan.

Pelaksanaan Padungku tahun ini menjadi momentum penting bagi seluruh jemaat untuk mengucapkan syukur atas penyertaan dan berkat Tuhan yang telah diterima sepanjang tahun. Suasana ibadah berlangsung khidmat, diwarnai pujian, doa, serta persembahan ucapan syukur yang dibawa oleh jemaat, Jumat (12/6/2026).

banner 336x280

Dalam khotbahnya, Pdt. Marjono Kalaha, S.Th menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Lukas 21:1-4 tentang kisah Persembahan Janda Miskin. Melalui firman tersebut, jemaat diajak memahami makna sejati dari sebuah persembahan di hadapan Tuhan.

Dijelaskan bahwa Tuhan tidak melihat besar kecilnya persembahan yang diberikan, melainkan ketulusan hati orang yang mempersembahkannya. Kisah janda miskin yang memberikan dua peser menjadi teladan bahwa persembahan yang lahir dari hati yang bersyukur memiliki nilai yang besar di mata Tuhan.

Makna tersebut sangat relevan dengan tradisi Padungku yang telah diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat Kristen di Morowali Utara. Padungku bukanlah ajang untuk menunjukkan banyaknya hasil panen atau besarnya berkat yang diterima, melainkan ungkapan syukur yang tulus kepada Tuhan.

Melalui Padungku, jemaat diajak untuk mengakui bahwa seluruh hasil usaha, panen, pekerjaan, dan berkat yang diterima berasal dari Tuhan. Karena itu, yang terbaik dari hasil yang dimiliki dipersembahkan terlebih dahulu kepada Tuhan sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur.

Firman Tuhan juga mengajarkan tentang iman dan kepercayaan penuh kepada pemeliharaan Tuhan. Seperti janda miskin yang memberikan seluruh nafkahnya, jemaat diajak untuk memiliki keyakinan bahwa Tuhan akan mencukupkan segala kebutuhan hidup orang-orang yang setia dan percaya kepada-Nya.

Selain sebagai ungkapan syukur, Padungku juga menjadi sarana kesaksian iman. Persembahan yang dibawa jemaat menjadi bukti nyata penyertaan Tuhan dalam kehidupan keluarga, baik melalui hasil panen yang melimpah, kesehatan yang dipulihkan, maupun berkat lainnya yang diterima sepanjang tahun.

Kebersamaan yang terjalin dalam perayaan Padungku semakin mempererat persekutuan antarjemaat. Melalui ibadah, persembahan, dan sukacita bersama, seluruh warga jemaat merasakan kasih Tuhan yang mempersatukan mereka dalam satu keluarga besar gereja.

Melalui perayaan Padungku tahun 2026 ini, Jemaat Eklesia Kolonodale menegaskan bahwa ucapan syukur bukan sekadar tradisi budaya, melainkan sebuah ibadah yang berkenan di hadapan Tuhan. Dengan hati yang tulus dan penuh iman, jemaat menyerahkan yang terbaik kepada Tuhan sambil percaya bahwa Dia akan terus memberkati dan memelihara kehidupan umat-Nya. JEM

banner 336x280