Morowali Utara, Po’ona – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Po’ona, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara, yang akan digelar pada 22 Juli mendatang mulai diwarnai dengan berbagai gagasan pembangunan dari para kandidat. Salah satu yang menjadi sorotan datang dari calon kepala desa nomor urut 1, Harnol Kristian Ndeusu, A.Md.Kep, yang mengusung sepuluh misi pembangunan desa, Kamis (18/6/2026).
Di antara sepuluh misi tersebut, terdapat satu program yang dinilai cukup berbeda dan inovatif, yakni menciptakan kebun gizi di setiap rumah warga melalui program wajib tanam untuk meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis potensi desa. Program ini tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi keluarga.
Konsep kebun gizi diharapkan mampu mendorong setiap rumah tangga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran, buah-buahan, tanaman obat, maupun tanaman produktif lainnya. Hasilnya dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat.
Dari hasil penelusuran tim media terhadap program para kandidat yang bertarung pada Pilkades serentak tahun ini, program kebun gizi menjadi salah satu gagasan yang hanya dimiliki oleh Harnol Kristian Ndeusu, A.Md.Kep. Program tersebut menjadi pembeda dibandingkan visi pembangunan yang ditawarkan calon lainnya.
Selain program kebun gizi, Harnol juga menitikberatkan pembangunan desa melalui pelayanan publik yang cepat dan berkualitas, keterbukaan informasi dalam pengelolaan anggaran desa, penyediaan air bersih, perlindungan sumber mata air, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.
Harnol Kristian Ndeusu, A.Md.Kep diketahui akan bertarung dalam Pilkades Desa Po’ona, Kecamatan Lembo Raya, pada 22 Juli mendatang dengan nomor urut 1. Ia maju dengan visi mewujudkan Desa Po’ona yang maju, mandiri, sehat, sejahtera, dan berbudaya melalui semangat gotong royong serta integritas.
Secara keseluruhan, misi pertama hingga kelima yang diusung Harnol meliputi pelayanan prima kepada masyarakat, keterbukaan informasi pengelolaan anggaran desa, program kebun gizi melalui wajib tanam, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta menyediakan sarana air bersih yang memadai bagi masyarakat.
Misi berikutnya adalah melindungi sumber mata air desa sebagai kebutuhan masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan sesuai kompetensi warga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan UMKM agar mampu bersaing di era modern, serta mendukung program pemerintah pusat maupun daerah.
Misi terakhir menegaskan komitmen membangun Desa Po’ona dengan semangat gotong royong dan integritas tinggi guna menciptakan desa yang aman, asri, bermartabat, serta memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Dengan mengusung sepuluh misi tersebut, Harnol berharap dapat memperoleh kepercayaan masyarakat pada Pilkades 22 Juli mendatang. Program kebun gizi yang diusungnya diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus mendorong terwujudnya Desa Po’ona yang lebih maju dan sejahtera. JEM













