Warga Petasia dan Petasia Barat Resah Akibat Debu Tambang, DLH Diminta Bertindak Tegas

banner 468x60

Morowali Utara, Kolonodale – Warga di Kecamatan Petasia dan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, mengeluhkan kondisi debu yang semakin parah dan telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Debu tersebut dinilai mengganggu aktivitas harian masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan.

Kondisi terparah dirasakan di Kota Kolonodale dan sekitarnya. Dalam beberapa hari terakhir, intensitas debu meningkat tajam, terutama pada siang hingga sore hari, sehingga jarak pandang berkurang dan lingkungan permukiman tertutup lapisan debu. Minggu (18/1/2026).

banner 336x280

Masyarakat menduga debu tersebut berasal dari aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah sekitar. Aktivitas angkutan dan proses produksi tambang disebut menjadi pemicu utama meningkatnya sebaran debu di dua kecamatan tersebut.

Salah satu warga Kolonodale, Faisal DG Siame, menyampaikan bahwa aktivitas debu sudah berlangsung beberapa pekan, namun dalam empat hari terakhir kondisinya semakin memburuk dan sangat dirasakan oleh warga kota.

“Debu ini diduga kuat berasal dari aktivitas pertambangan. Beberapa pekan terakhir sudah terasa, tapi empat hari ini sangat parah di Kolonodale dan sekitarnya,” ujar Faisal.

Menurut Faisal, dampak debu tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, khususnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang rentan dialami anak-anak dan lansia.

Berdasarkan hasil konfirmasi di sejumlah Puskesmas di Kecamatan Petasia dan Petasia Barat, tercatat kasus ISPA menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2025, sehingga memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan dari debu tersebut.

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Morowali Utara segera turun tangan dan mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan debu, termasuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas yang diduga menjadi sumber pencemaran, demi melindungi kesehatan dan kenyamanan masyarakat. JEM

banner 336x280