Morowali Utara, Lembobelala – CV Sunarie Pusaka memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai insentif yang pernah diterima Johnson Tagoe saat menjabat sebagai Kepala Desa Lembobelala. Perusahaan menegaskan bahwa insentif tersebut bukan merupakan hak desa, melainkan hak insentif pribadi kepala desa yang diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penanggung Jawab CV Sunarie Pusaka, Indri Damayanti, menjelaskan bahwa pemberian insentif kepada kepala desa di wilayah lingkar tambang dilakukan secara sah sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan resmi. Menurutnya, pemberian tersebut memiliki dasar yang jelas dan bukan merupakan bantuan yang menjadi aset atau hak milik pemerintah desa, Minggu (5/7/2026).
Ia menegaskan bahwa insentif tersebut juga bukan merupakan bentuk gratifikasi. Sebaliknya, insentif diberikan kepada kepala desa sebagai penerima yang telah ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai hak desa ataupun menjadi bagian dari keuangan desa.
Indri menambahkan bahwa seluruh kepala desa yang berada di wilayah lingkar tambang memperoleh perlakuan yang sama dari perusahaan. Dengan demikian, anggapan yang menyebut insentif tersebut hanya diberikan kepada pihak tertentu atau merupakan hak desa dinilai tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Atas berkembangnya berbagai informasi yang memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat, Indri Damayanti juga menyampaikan permohonan maaf. Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai mekanisme pemberian insentif oleh perusahaan.
Sementara itu, Johnson Tagoe membenarkan penjelasan yang disampaikan pihak perusahaan. Ia menegaskan bahwa insentif yang diterimanya saat menjabat sebagai kepala desa merupakan hak insentif pribadi yang diberikan oleh perusahaan dan bukan hak Pemerintah Desa Lembobelala.
Terkait munculnya isu tersebut menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026, Johnson Tagoe menilai berkembangnya berbagai persepsi merupakan bagian dari dinamika politik yang terjadi di tengah masyarakat. Meski demikian, ia menghormati seluruh proses demokrasi yang sedang berlangsung dan menyerahkan sepenuhnya pilihan kepada masyarakat Desa Lembobelala.
Menutup keterangannya, Johnson Tagoe mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban selama tahapan Pilkades berlangsung. Ia berharap pesta demokrasi di Desa Lembobelala dapat berjalan aman, damai, dan menghasilkan pemimpin yang dipilih berdasarkan kehendak masyarakat. JEM



















