SJA2 Gandeng Pemerintah Bentuk Desa Tangguh Karhutla

banner 468x60

Poso – Upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. PT Sawit Jaya Abadi 2 (SJA2) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sinmar Kabupaten Poso menggelar pelatihan dan simulasi penanggulangan karhutla sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan enam kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berasal dari Desa Olumokunde, Matialemba, Petiro, Tiu, Kancu’u, dan Singkona. Aparatur desa juga ikut ambil bagian untuk memperkuat koordinasi dan penanganan apabila terjadi kebakaran.

banner 336x280

Selama pelatihan, peserta dibekali pengetahuan mengenai pencegahan karhutla, teknik penanganan awal kebakaran, penggunaan peralatan pemadam, hingga pola koordinasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Selvi, mengatakan keberadaan MPA sangat penting sebagai ujung tombak pencegahan kebakaran di tingkat desa. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko karhutla.

“MPA adalah garda terdepan di desa. Dengan pelatihan ini, kita membangun kapasitas masyarakat agar mampu bertindak cepat dan tepat,” ujarnya.

Seksi Perlindungan Hutan UPT KPH Sinmar Kabupaten Poso, Muhammadong, menegaskan penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Ia menilai kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kawasan hutan.

“Kebakaran bukan hanya ancaman ekologis, tetapi juga sosial. Pencegahan harus berbasis komunitas,” katanya.

Camat Pamona Timur, Rafli Tongku, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap MPA mampu menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.

Kepala Desa Matialemba, Anwar Alo, mengaku pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh membuat warga semakin siap menghadapi potensi kebakaran pada musim kemarau.

Administratur PT Sawit Jaya Abadi 2, Erikson Nally Situmorang, menegaskan pelatihan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program pencegahan karhutla melalui sinergi bersama pemerintah dan masyarakat. Hal senada disampaikan Asisten Sustainability PT SJA2, Elberto Tarigan, yang menegaskan perusahaan akan terus menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui pelatihan dan simulasi ini, kapasitas Masyarakat Peduli Api diharapkan semakin meningkat sehingga mampu melakukan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan awal kebakaran. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat pun diharapkan menjadi benteng utama dalam melindungi kawasan hutan dari ancaman karhutla. JEM

banner 336x280

News Feed