Morowali Utara, Wawondula – Warga Desa Wawondula, Kecamatan Mori Utara, digemparkan dengan ditemukannya Sekretaris Desa Wawondula, Yulius Motylay Onday (34), dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (28/12/2025) pagi. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah orang tuanya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 05.00 WITA setelah Bhabinkamtibmas Desa Tabarano, Aipda Anri Oktavianto Purnomo, S.Sos, menerima laporan dari warga. Istri korban, Yuslin Karunia Ganaga, menjadi saksi pertama yang menemukan korban dalam kondisi tergantung di ruangan belakang rumah orang tua korban.
Menurut keterangan saksi, pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 17.30 WITA korban sempat pamit keluar rumah setelah pulang menggiling beras tanpa menyampaikan tujuan. Pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, saksi terbangun dan mendapati korban tidak berada di rumah. Upaya menghubungi korban melalui telepon tidak berhasil karena ponsel korban berdering di atas meja rumah.
Sekitar pukul 04.30 WITA, saksi mencari korban ke rumah orang tuanya. Di lokasi tersebut, saksi melihat sepeda motor korban terparkir di teras. Saat masuk ke dalam rumah dan menuju dapur, saksi menemukan korban dalam posisi tergantung di atas tempat tidur di ruangan belakang, kemudian segera meminta bantuan warga sekitar.
Pukul 05.10 WITA, Kapolsek Mori Atas IPTU Saparuddin, S.H., bersama personel Polsek, Subsektor Mori Utara dan Posyan Tomata tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Tomata.
Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Tomata pukul 06.36 WITA menyimpulkan korban mengalami luka memar di leher akibat lilitan tali dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tujuh jam sebelum pemeriksaan. Korban kemudian dibawa kembali ke rumah duka di Desa Wawondula.
Dari catatan kepolisian, dalam satu minggu terakhir korban diketahui sering menyendiri dan bersikap tertutup. Unit Reskrim masih melakukan penyelidikan terkait motif peristiwa tersebut. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah dibuatkan surat pernyataan resmi oleh pihak kepolisian.
Seluruh rangkaian penanganan kejadian berlangsung aman dan kondusif hingga pukul 07.40 WITA. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda gangguan emosional yang mengkhawatirkan. JEM



















