Morowali Utara, Tiu – Kondisi bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) KH Hasyim Asy’ari Tiu yang terletak di Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Sejumlah bangunan terlihat kumuh dan sebagian besar masih terbuat dari papan, sehingga kurang layak digunakan sebagai tempat belajar mengajar bagi para santri.
Meski demikian, pesantren ini tetap menjalankan aktivitas pendidikan dengan jumlah santri dan santriwati sebanyak 50 orang serta didukung oleh 10 tenaga pendidik.
Ponpes KH Hasyim Asy’ari Tiu sendiri berdiri sejak tahun 2020 dan dipimpin oleh Ustad Sukriadi, yang hingga kini terus berupaya mempertahankan keberlangsungan pendidikan di tengah keterbatasan sarana.
Dalam wawancara dengan media, Ustad Sukriadi mengaku tidak patah semangat meski kondisi bangunan jauh dari kata layak, dan tetap mendorong para santri untuk terus semangat menuntut ilmu.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi penghalang bagi para santri dan santriwati untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.
Ustad Sukriadi juga berharap ke depan ada para donatur maupun pihak terkait yang bersedia membantu pengembangan pesantren, khususnya dalam perbaikan sarana dan prasarana.
Harapan tersebut disampaikan di sela-sela kunjungan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Morowali Utara saat menyalurkan bantuan sembako di lokasi pesantren.
Kunjungan PWI Morut yang berlangsung pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 09.00 WITA pagi itu diharapkan dapat menjadi jembatan agar kondisi Ponpes KH Hasyim Asy’ari Tiu semakin mendapat perhatian luas dan dukungan nyata dari masyarakat serta pemerintah. JEM










