Morowali Utara, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kolonodale kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Predikat tersebut menjadi bukti komitmen kuat Lapas Kolonodale dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang prima.
Penghargaan WBK ini diserahkan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, dalam kegiatan refleksi akhir tahun Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang digelar di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (16/12).
Kepala Lapas Kelas III Kolonodale, Bambang Hari Widodo, hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian WBK yang dinilai sangat bergengsi bagi instansi pemerintah.
Menurut Bambang, predikat WBK menunjukkan komitmen kuat terhadap pencegahan korupsi, peningkatan integritas aparatur, serta pelayanan publik yang berkualitas. Predikat ini juga menjadi tolok ukur keberhasilan reformasi birokrasi dan role model bagi satuan kerja lainnya.
“Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh jajaran Lapas Kolonodale dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima,” ungkap Bambang.
Predikat WBK bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan hasil kerja keras, konsistensi, dan sinergi seluruh pegawai. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan integritas SDM, peningkatan kualitas layanan, serta transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tugas pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai predikat WBK merupakan buah dari semangat kebersamaan dan komitmen kolektif seluruh pegawai Lapas Kolonodale dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.
Keberhasilan Lapas Kolonodale meraih predikat WBK sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dalam mendorong satuan kerja yang bebas dari praktik korupsi serta menghadirkan pelayanan publik yang humanis, transparan, dan profesional. Prestasi ini menjadi kebanggaan masyarakat Morowali Utara sekaligus meneguhkan Lapas Kolonodale sebagai lembaga pemasyarakatan yang modern, bersih, dan terpercaya. JEM



















