Morowali Utara, Lee – Masyarakat Desa Lee, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara, mengalami krisis air bersih sejak dua bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Krisis air bersih ini terjadi akibat rusaknya intek air bersih yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air bagi masyarakat desa. Kerusakan tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi pada Februari 2026.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan longsor di lokasi intek air bersih. Material longsoran merusak instalasi sehingga aliran air bersih ke pemukiman warga terhenti.
Akibatnya, warga terpaksa mencari alternatif sumber air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mandi, dan mencuci. Kondisi ini sudah berlangsung selama sekitar dua bulan.
Sebagian besar masyarakat kini mengambil air langsung dari sungai yang berada tidak jauh dari pemukiman. Air sungai tersebut digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari meskipun kualitasnya tidak sebaik air bersih dari instalasi sebelumnya.
Kepala Desa Lee, Trisno Putrawan Dumpele, S.Hut, mengatakan bahwa kerusakan intek air bersih terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Februari lalu. Menurutnya, longsor yang terjadi di lokasi sumber air mengakibatkan instalasi rusak sehingga distribusi air bersih ke rumah warga tidak dapat berjalan.
Pemerintah desa bersama masyarakat saat ini berupaya mencari solusi agar sumber air bersih tersebut dapat kembali digunakan. Perbaikan intek air bersih menjadi harapan warga agar kebutuhan air bersih dapat kembali terpenuhi.
Warga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah agar perbaikan intek air bersih segera dilakukan, sehingga krisis air bersih yang dialami masyarakat Desa Lee dapat segera teratasi. JEM













