Palu – Menyambut Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Sulawesi Tengah menyerukan percepatan aksi nyata dalam perlindungan hak-hak perempuan, khususnya di sektor agraria dan industri. Seruan tersebut sejalan dengan tema global tahun 2026 yakni AccelerateAction.
Komnas HAM Sulteng juga menyampaikan apresiasi kepada aliansi gerakan perempuan yang tergabung dalam Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI), AGRA, SPHP, FPR, dan ILPS Indonesia yang terus memperjuangkan hak-hak perempuan di berbagai sektor kehidupan, Jumat (6/3/2026).
Menurut Komnas HAM, perempuan sering menjadi kelompok paling rentan dalam konflik agraria dan persoalan lingkungan. Dalam berbagai konflik lahan, seperti yang terjadi di kawasan perkebunan maupun pertambangan, perempuan kerap mengalami dampak berlapis.
Selain kehilangan akses terhadap lahan yang menjadi sumber penghidupan keluarga, perempuan juga harus menghadapi meningkatnya beban domestik akibat kerusakan lingkungan, termasuk kesulitan mendapatkan air bersih serta menjaga kesehatan keluarga.
Komnas HAM menilai verifikasi dan penyelesaian konflik lahan harus melibatkan perspektif perempuan sebagai pemegang hak yang sah, agar kebijakan yang diambil tidak mengabaikan kepentingan mereka.
Di sektor industri, khususnya di kawasan industri Morowali dan sekitarnya, Komnas HAM menekankan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang responsif gender serta memastikan tempat kerja bebas dari pelecehan seksual dan diskriminasi upah.
Perusahaan juga diminta menjamin hak reproduksi buruh perempuan, termasuk cuti haid, hamil, dan melahirkan tanpa ancaman pemutusan hubungan kerja atau pengurangan hak normatif lainnya.
Kepala Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah, Livand Breemer, menegaskan bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional harus menjadi momentum mempercepat langkah nyata dalam melindungi perempuan, khususnya petani, penenun, dan buruh pabrik. Tanpa perlindungan hak perempuan, pembangunan tidak akan berjalan adil dan berkelanjutan. JEM



















