Johnson Tagoe Kembali Bertarung di Pilkades Lembobelala Periode Kedua

banner 468x60

Morowali Utara, Lembobelala – Pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Morowali Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026 mendatang mulai menarik perhatian masyarakat. Kontestasi politik tingkat desa yang akan diikuti 10 kecamatan dan 54 desa tersebut dipastikan menghadirkan persaingan menarik, baik dari wajah baru maupun para petahana yang kembali maju mempertahankan jabatannya, Rabu (27/5/2026).

Salah satu nama yang kembali maju dalam bursa bakal calon kepala desa yakni Johnson Tagoe. Petahana Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya itu dipastikan kembali bertarung untuk periode kedua dalam Pilkades serentak 2026.

banner 336x280

Keputusan Johnson Tagoe untuk kembali maju mendapat perhatian dari masyarakat Desa Lembobelala. Selama masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat terus dijalankan dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Dalam pencalonannya kali ini, Johnson Tagoe mengusung visi “Bersama pemimpin yang bermoral kita ciptakan masyarakat desa dengan mengedepankan musyawarah mufakat untuk menjadikan desa berbudaya benar dan berkeadilan.” Visi tersebut juga diperkuat dengan rumusan pendekatan yakni “Perbuatlah yang kamu kehendaki orang lain perbuat kepada kamu.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Johnson Tagoe menyiapkan sejumlah misi penting, di antaranya menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan berbagai bentuk penyelewengan, serta membangun pemerintahan desa yang terbuka dan bertanggung jawab sesuai aturan perundang-undangan.

Selain itu, dirinya juga menargetkan terciptanya kondisi masyarakat Desa Lembobelala yang aman, tertib, rukun dan damai sehingga desa dapat berkembang menjadi desa wisata dengan karakter masyarakat yang inspiratif, santun, aman, tertib dan asri.

Tidak hanya fokus pada pembangunan sosial, Johnson Tagoe juga menaruh perhatian pada pengembangan potensi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan literasi digital masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif di tengah perkembangan dunia modern.

Dalam strategi program prioritasnya, Johnson Tagoe menekankan pengalokasian anggaran berdasarkan skala prioritas agar program pemerintah desa dapat berjalan cepat, tepat dan akurat. Ia juga berkomitmen melakukan penataan administrasi pemerintahan desa serta meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam penguasaan teknologi informasi.

Selain pembangunan infrastruktur desa seperti jalan lingkungan, sarana air bersih, pendidikan dan keagamaan, Johnson Tagoe juga menegaskan pentingnya kontrol sosial masyarakat terhadap pemimpin. Menurutnya, keteladanan dan kejujuran seorang pemimpin sangat membutuhkan kritik dan pengawasan masyarakat. Ia pun menyampaikan sebuah pesan moral yang menjadi kata kuncinya dalam pencalonan kali ini, yakni “Berbuat baik semua orang bisa lakukan, tapi berbuat benar belum tentu semua orang bisa, sebab berbuat baik belum tentu benar, tapi berbuat benar sudah pasti banyak baiknya.” JEM

banner 336x280