MORUT, LEMOWALIA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, menyebabkan akses jalan penghubung Desa Uempanapa, Desa Lemowalia, dan Desa Salubiro lumpuh total akibat tertimbun material longsor.
Longsor yang menutupi badan jalan membuat arus transportasi masyarakat terhenti. Material berupa tanah dan bebatuan menutup hampir seluruh ruas jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas dengan normal, Sabtu (25/7/2026).
Salah seorang warga Desa Lemowalia yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat ini kendaraan roda dua pun mengalami kesulitan saat melintasi lokasi longsor. Kondisi jalan yang licin dan tertutup material membuat perjalanan sangat berisiko bagi pengendara.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan ketiga desa. Akibatnya, aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, bersekolah hingga mengangkut hasil pertanian, terganggu sejak terjadinya longsor.
Warga juga mengungkapkan bahwa sebelum longsor terjadi, kondisi jalan memang sudah memprihatinkan. Ruas jalan tersebut belum beraspal sehingga mudah rusak dan semakin sulit dilalui ketika diguyur hujan.
Bahkan, selama ini kendaraan roda empat tidak dapat menggunakan jalur tersebut karena kondisi jalan yang rusak parah. Masyarakat hanya mengandalkan kendaraan roda dua sebagai sarana transportasi utama untuk keluar masuk desa.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor agar akses transportasi dapat kembali dibuka. Penanganan cepat dinilai sangat penting agar aktivitas masyarakat tidak semakin lumpuh.
Selain penanganan darurat, masyarakat juga meminta pemerintah segera meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dengan melakukan pengaspalan dan pembangunan yang lebih baik. Langkah tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang agar akses menuju Desa Uempanapa, Lemowalia, dan Salubiro tidak kembali terputus setiap kali hujan deras melanda. JEM


















