Morowali Utara, Bimor Jaya – Akses jalan penghubung Desa Mohoni dan Desa Bimor Jaya, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, terendam banjir pada Rabu (11/2/2026). Genangan air menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan arus transportasi terhenti.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 hingga 80 sentimeter dari permukaan tanah. Banjir terjadi di empat titik berbeda yang merupakan jalur utama mobilitas warga antar desa.
Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari. Intensitas hujan yang berlangsung cukup lama membuat debit air sungai meningkat drastis.
Tidak hanya akses jalan, ratusan pohon kelapa sawit milik warga juga ikut terendam. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada hasil panen dan pendapatan masyarakat setempat.
Selain faktor hujan, penyempitan Sungai Tambalako diduga menjadi salah satu penyebab utama luapan air. Penyempitan tersebut diduga akibat material dari aktivitas pertambangan di sekitar wilayah itu.
Warga Desa Bimor Jaya, Ariston Made, mengatakan banjir membuat akses jalan sama sekali tidak bisa dilalui. Pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa memilih jalur alternatif dengan jarak tempuh yang jauh.
Ariston berharap pemerintah segera turun tangan mencari solusi atas kondisi tersebut. Menurutnya, banjir bukan kali ini saja terjadi, melainkan sudah sering berulang setiap musim hujan.
Warga berharap penanganan serius dari pemerintah daerah, terutama normalisasi sungai dan evaluasi aktivitas pertambangan, agar banjir tidak terus menjadi ancaman bagi akses transportasi dan perekonomian masyarakat. JEM

















