Morowali Utara, Korowou – Jika melintas di poros Jalan Trans Sulawesi Desa Korowou, Kecamatan Lembo, jangan kaget bila melihat aktivitas sejumlah warga yang masih sibuk membersihkan dan mengasapkan ikan meski waktu sudah menunjukkan dini hari.
Selama dua bulan terakhir, sedikitnya tiga keluarga menjadikan ikan gabus sebagai komoditas jualan di warung mereka yang berada satu lokasi dengan Sikuot Kawan ET di Korowou.
Usaha ini bermula dari mencoba peruntungan menangkap ikan gabus di wilayah Bunta yang dikenal sebagai habitat ikan tersebut. Kini setiap dua hari, tiga hingga empat orang dari keluarga besar ini berangkat mencari ikan gabus.
“Kita kelabakan karena peminat ikan gabus ternyata besar,” kata Sinda yang menjadi bagian pemasaran usaha keluarga tersebut.
Menurut Sinda, sehari sebelum hari pasar di Mori Atas dan Mori Utara, pesanan ikan gabus yang telah diasapkan sudah banyak masuk. Sementara pembeli di wilayah Lembo lebih sering memesan ikan gabus yang masih hidup.
Untuk memenuhi permintaan itu, Sinda bersama istrinya harus mengasapkan ikan hasil tangkapan sejak dini hari setelah ikan dibawa dari Bunta ke Korowou.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan ikan gabus semakin meningkat. Bahkan ikan gabus asap dari Korowou dipesan hingga dibawa ke luar daerah sebagai buah tangan, dengan harga jual sekitar Rp35 ribu per kilogram. JEM














