Morowali Utara, Kolonodale – Kelangkaan gas elpiji subsidi di Kabupaten Morowali Utara dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kondisi ini membuat sejumlah warga kesulitan mendapatkan tabung gas 3 kilogram di tingkat pangkalan.
Pemerintah Daerah Morowali Utara pun bergerak cepat merespons situasi tersebut. Langkah tegas disiapkan guna memastikan distribusi gas subsidi tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan di lapangan.
Kelangkaan ini dipicu beberapa faktor. Pertama, meningkatnya jumlah pengguna gas elpiji subsidi menjelang Ramadan akibat bertambahnya aktivitas usaha kecil, UMKM, serta pedagang musiman di pasar tradisional.
Kedua, pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup signifikan seiring berkembangnya sektor pertambangan di Morowali Utara turut mendorong peningkatan kebutuhan gas elpiji subsidi. Ketiga, pengguna gas subsidi tidak hanya masyarakat miskin, tetapi juga ASN dan warga mampu. Keempat, kuota gas elpiji subsidi yang diberikan pemerintah pusat dinilai masih kurang dibandingkan kebutuhan riil daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Morowali Utara, AGUS POLYKARPUS TENGKOW, S. Sos, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (25/2/2026), menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperketat pengawasan distribusi. Ia menyatakan, pengawasan akan dilakukan mulai dari agen hingga pangkalan untuk memastikan penyaluran sesuai aturan dan tidak terjadi penimbunan.
Menurutnya, pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait guna mengusulkan penambahan kuota gas subsidi ke pemerintah pusat. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat akan digencarkan agar penggunaan gas subsidi benar-benar diperuntukkan bagi warga yang berhak.
Pemda Morowali Utara berharap dengan langkah pengawasan yang lebih ketat dan dukungan semua pihak, kelangkaan gas subsidi dapat segera teratasi sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri tetap terpenuhi dan situasi tetap kondusif. JEM








