Poso, Tentena – Para pengemudi yang melintasi jalur Trans Sulawesi ruas Tentena–Taripa, Sulawesi Tengah, diminta untuk memperhitungkan waktu perjalanan seiring berlangsungnya pekerjaan perluasan jalan di wilayah tersebut. Meski sistem buka tutup telah diterapkan, waktu tempuh di jalur ini tidak dapat dipastikan.
Kondisi paling rawan terjadi saat pembukaan jalur pada pukul 17.00 WITA. Seperti yang terlihat di jalur Didiri–Koronjongi, waktu tempuh yang biasanya hanya sekitar 15 menit, kini bisa mencapai hampir satu jam akibat antrean panjang kendaraan.
Berdasarkan pantauan, pengemudi yang mendapat giliran melintas dari pintu buka tutup Didiri pada pukul 18.40 WITA baru tiba di Koronjongi sekitar pukul 19.38 WITA. Hal ini menunjukkan adanya keterlambatan signifikan dibanding kondisi normal.
Padatnya kendaraan yang terdiri dari mobil pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan besar pengangkut barang membuat petugas harus memberlakukan sistem prioritas. Kendaraan jenis SUV didahulukan, sementara kendaraan roda enam ke atas dan bus menyusul pada giliran berikutnya.
Namun, kelancaran arus lalu lintas tidak selalu berjalan mulus. Curah hujan yang kerap turun meski singkat menyebabkan tanah hasil gusuran menjadi licin, sehingga kendaraan sering mengalami kesulitan melintas dan memicu antrean panjang.
Situasi diperparah dengan adanya kendaraan besar yang parkir di sisi berlawanan jalur. Hal ini memaksa pengemudi untuk ekstra hati-hati dan presisi saat melintasi ruas jalan sempit yang berlumpur, bahkan kendaraan roda dua pun tidak dapat melintas di beberapa titik.
Petugas dengan rompi terlihat berjaga di sejumlah titik rawan untuk mengatur pergerakan kendaraan. Di sisi lain, terdengar pula teriakan pengemudi kendaraan besar yang terparkir menanyakan ketersediaan makanan. Kondisi ini menjadi pengingat bagi para pengendara agar menyiapkan bekal makanan dan minuman atau mengisi kebutuhan sebelum memasuki area buka tutup di Tentena maupun Taripa. JEM













