Morowali Utara – Harga rica atau cabai di pasar rakyat Ponteo’a Beteleme, Kabupaten Morowali Utara terus meroket dalam dua pekan terakhir. Kenaikan harga ini mulai dikeluhkan warga karena berdampak pada kebutuhan rumah tangga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Senin (24/11/2025).
Saat ini harga rica tembus di angka Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut naik signifikan dibanding dua minggu lalu yang masih berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram.
Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang terlihat mengurangi jumlah stok yang dipajang akibat tingginya harga beli dari pemasok. Kondisi ini membuat sebagian pembeli hanya membeli setengah kilogram hingga seperempat kilogram.
Lonjakan harga rica sudah menjadi tren tahunan menjelang hari besar keagamaan. Pedagang menyebut permintaan meningkat sementara stok terbatas karena pasokan yang masuk dari luar daerah tidak stabil.
Selain itu, sebagian daerah pemasok disebut mengalami penurunan produksi karena faktor cuaca. Situasi tersebut mempercepat kenaikan harga di tingkat pasar.
Konsumen berharap harga bisa kembali normal mengingat kebutuhan dapur meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Mereka berharap pemerintah daerah dapat melakukan langkah stabilisasi harga bahan pokok.
Seorang pedagang di pasar Ponteo’a, Sukriani mengatakan kenaikan harga ini sudah terjadi sejak memasuki bulan Desember. “Sekarang sudah Rp40 ribu per kilo, dua minggu lalu masih Rp25 ribu. Naik karena mau Natal Tahun Baru, permintaan banyak, stok juga dari luar daerah jadi ikut naik,” ujarnya.
Meski demikian, kenaikan harga tidak mengurangi aktivitas jual beli di pasar. Warga tetap membeli rica meskipun jumlahnya lebih sedikit dari biasanya.
Reporter : JEM











