Morowali Utara, Ganda-Ganda – Aktivitas pemilahan dan penjualan sampah kembali dilakukan di TPS3R “Laskar Kebersihan” Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, pada 30 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengurangan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Lambolo.
Dari hasil penimbangan oleh pengepul dari Bungku, total sampah anorganik terpilah yang berhasil dijual mencapai 918 kilogram. Proses pemilahan dilakukan secara rutin oleh petugas TPS3R untuk memastikan sampah yang memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan kembali.
Adapun jenis sampah yang berhasil terjual terdiri atas 311 kilogram sampah kardus, 145 kilogram sampah botol berwarna, dan 462 kilogram sampah botol bening. Penjualan ini disebut sebagai langkah nyata dalam mendorong ekonomi sirkular di masyarakat.
Selain sampah anorganik, TPS3R juga mengolah sampah organik menggunakan tong komposter. Dari proses tersebut, berhasil diproduksi tiga botol pupuk cair yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pertanian maupun penghijauan.
Dengan adanya pemilahan sampah organik dan anorganik, volume sampah yang harus dikirim ke TPS Lambolo berkurang signifikan. Hal ini membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kabupaten.
Dinas Lingkungan Hidup Morowali Utara juga berencana mulai menerima sampah anorganik terpilah dari masyarakat untuk ditabung di Bank Sampah Induk “Tepo Asa Aroa”. Program menabung sampah ini diharapkan mampu membangun kebiasaan positif dan gaya hidup ramah lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ir. Syarifuddin, ST., MT., mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan Bank Sampah Induk. Menurutnya, gedung telah siap, dan SK kelembagaan bank sampah unit di kecamatan serta desa-desa sudah ditandatangani Bupati. Tahun depan, pembelian sampah terpilah rencananya mulai berjalan sehingga masyarakat, termasuk anak-anak pemulung, dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui program pemilahan dan penabungan sampah ini, pemerintah daerah berharap tercipta sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, bernilai ekonomi, serta mampu menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Morowali Utara. JEM











